Teknik Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

CategoryBudidaya
Seen42 times

Teknik Budidaya Ikan Nila – Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan  komoditas penting perikanan budidaya yang sangat populer di masyarakat. Maklum saja, ikan nila memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya.

Biologi Ikan Nila

Secara morfologi, ikan nila memiliki bentuk tubuh pipih, sisik besar dan kasar, kepala relatif kecil, garis linea lateralis terputus dan terbagi dua, yaitu bagian atas dan bawah. Ikan nila toleran terhadap perbedaan lingkungan sangat tinggi, dapat hidup pada salinitas 0-29 permil; suhu 14-38 °C; pH 5 — 11.

Merupakan ikan omnivora dan sangat menyenangi pakan alami berupa rotifera, Daphnia sp, Benthos, perifiton dan fitoplankton. Disamping itu, bisa juga di beri pakan seperti pellet, dedak dll. Termasuk ikan yang dapat memijah sepanjang tahun dan mulai memijah pada umur 6-8 bulan. Seekor induk betina ukuran 200-400 gram dapat menghasilkan larva 500-1.000 ekor.

budidaya ikan nila

© bulelengkab.go.id

Pembenihan

Pemijahan dilakukan di kolam (idealnya) berukuran minimal 500 m2, konstruksi dasar kolam dibuat dengan kemiringan 2-5 % dan dilengkapi dengan kobakan (bak panen)  dengan dimensi 2,5 x 1,5 x 0,5 m.

Sebelumnya dilakukan persiapan kolam berupa  pengolahan tanah dasar kolam, perbaikan pematang, pembuatan kemalir/caren serta pemupukan dengan  pupuk kandang dosis 25 –50 Kg/are. Kolam diisi air setinggi 70-100 cm.

Padat tebar induk yang akan dipijahkan adalah 1-5 ekor/m2 dengan perbandingan induk jantan dan betina 1 : 3—5. Selama pemijahan, induk diberi pakan berupa pellet dengan dosis 3% dari bobot biomas ikan per hari.

Setelah 10-15 hari sedari induk  ditebarkan mulai bisa dilakukan panen larva secara selektif dengan cara menyeroknya setiap pagi. Berikutnya setelah sebulan, dilakukan panen total dengan cara menyurutkan air kolam dan menangkap larvanya yang terkumpul di kobakan (bak panen). Larva selanjutnya dipelihara di kolam pendederan I yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya.

Pendederan

Pendederan I (pertama) ikan nila bisa dilakukan di sawah sebagai penyelang  atau di kolam  yang luasnya 500-1000 m2. Kolam tersebut disiapkan seminggu sebelum penebaran benih, yang meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir. Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 1—2,5 Kg/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik dengan dosis 25 -50 Kg/m2 dan pupuk anorganik (Urea dan TSP) 100 g/are.

  • Teknik Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus)